BRMP Sistem Rajut Ekosistem Rantai Nilai untuk Perkuat Korporasi Petani ICARE di Bengkayang
Bengkayang, 30 Juli 2026 – Balai Besar Pengembangan Sistem Modernisasi Pertanian (BRMP Sistem) melalui Program ICARE terus memperkuat pengembangan korporasi petani melalui pemetaan pelaku usaha dan rantai nilai pertanian. Setelah sebelumnya melaksanakan kegiatan serupa di Kabupaten Soppeng, Sulawesi Selatan, Tim BRMP Sistem melanjutkan pemetaan di Kabupaten Bengkayang, Kalimantan Barat, untuk memperoleh gambaran kondisi rantai nilai serta potensi kemitraan yang dapat mendukung pengembangan korporasi petani.
Kegiatan dilakukan melalui kunjungan lapangan dan dialog langsung dengan para pelaku usaha, termasuk penyedia sarana produksi pertanian di Kabupaten Bengkayang. Tim menggali berbagai informasi mengenai profil usaha, pola rantai pasok, jaringan pemasaran, potensi kemitraan, serta berbagai tantangan yang dihadapi pelaku usaha dalam mendukung kegiatan usaha tani di wilayah tersebut.
Pendekatan langsung di lapangan menjadi bagian penting dalam proses pemetaan karena setiap wilayah memiliki karakteristik rantai nilai yang berbeda. Melalui interaksi dengan para pelaku usaha, Tim BRMP Sistem dapat memperoleh informasi yang lebih komprehensif mengenai kondisi aktual, kebutuhan, serta peluang pengembangan kemitraan yang dapat mendukung keberlanjutan usaha pertanian di Kabupaten Bengkayang.
Informasi yang dihimpun tidak hanya menjadi bagian dari pendataan pelaku usaha, tetapi juga menjadi bahan untuk melihat keterhubungan antarpelaku dalam rantai nilai pertanian. Mulai dari penyedia sarana produksi, petani, pelaku usaha, akses pasar, hingga kelembagaan pendukung memiliki peran yang saling berkaitan dalam membangun ekosistem usaha pertanian yang kuat dan berkelanjutan.
Penguatan keterhubungan tersebut menjadi salah satu aspek penting dalam pengembangan korporasi petani ICARE. Korporasi petani diharapkan tidak hanya berfokus pada kegiatan produksi, tetapi juga mampu membangun jejaring usaha dan kemitraan yang dapat memperkuat akses terhadap sarana produksi, pasar, serta berbagai layanan pendukung usaha pertanian.
Pemetaan yang dilakukan di Bengkayang juga menjadi bagian dari upaya BRMP Sistem dalam menghimpun data dan informasi mengenai karakteristik rantai nilai pada wilayah pelaksanaan Program ICARE. Setelah kegiatan serupa dilakukan di Kabupaten Soppeng, pemetaan di Bengkayang diharapkan dapat memberikan gambaran yang lebih spesifik mengenai potensi dan kebutuhan pengembangan kemitraan sesuai dengan kondisi wilayah.
Data dan informasi yang diperoleh dari kegiatan lapangan selanjutnya diharapkan menjadi bahan dalam penyusunan strategi penguatan kemitraan dan pengembangan usaha korporasi petani ICARE. Dengan dukungan informasi yang sesuai dengan kondisi aktual, pengembangan kemitraan dapat dilakukan secara lebih terarah serta mampu menjawab kebutuhan petani dan pelaku usaha di wilayah program.
Melalui kegiatan ini, BRMP Sistem terus mendorong terbentuknya ekosistem pertanian yang modern, terintegrasi, dan berkelanjutan. Sinergi antara petani, penyedia sarana produksi, pelaku usaha, pasar, serta kelembagaan pendukung diharapkan mampu memperkuat korporasi petani ICARE menjadi entitas usaha yang semakin mandiri, tangguh, dan berdaya saing.